Postingan

Tugas UTS; Pendidikan Sebagai Jiwa Pergerakan

 PENDIDIKAN SEBAGAI JIWA PERGERAKAN     Pergerakan tak dapat dipisahkan dari pemikiran yang mendasari sebuah pergerakan tersebut. Pemikiran sendiri lahir ketika seseorang mengalami proses belajar -baik secara disadari maupun tidak- yang ia alami semasa hidupnya. Proses belajar ini akan lebih terstruktur dan lebih efektif jika dinaungi oleh kegiatan pendidikan yang secara usaha sadar membentuk suasana belajar yang dapat membentuk pemikiran seseorang, termasuk didalamnya pemikiran tentang pergerakan. Oleh karenanya, tidak salah ketika disebutkan bahwa; Pendidikan adalah jiwa dari seluruh pergerakan oleh karena posisinya sebagai pembangkit kesadaran untuk bergerak atau berubah dari suatu kondisi menuju kondisi lainnya karena dirasa tidak sesuai dengan apa yang diyakininya.     Pendidikan sendiri menurut Ki Hajar Dewantara adalah  “ Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani ” ( suatu upaya untuk memajukan bertumbuhnya pendidikan budi p...

Tugas Ketiga; Syubhat Kartini

PENDAHULUAN Kartini lahir pada 28 Rabiulakhir 1808 tahun Jawa, bertepatan 21 April 1979 M, di Jepara, dari pasangan R.M Sosroningrat dengan Ajeng Ngasirah.4 Tanggal kelahiran Kartini 21 April itulah yang hari ini diperingati sebagai Hari Kartini. Dan seterusnya dan seterusnya. Tentu ketika kita mencari tulisan tentang Kartini, seringkali kita disuguhkan dengan biografi dari Raden Ajeng Kartini, hal ini menjadi alasan bagi penulis untuk tampil beda dengan menyajikan konsep tulisan berbasis anggapan yang sudah beredar di masyarakat. Penulis mencoba menguji -melalui keterbatasan ilmunya- terhadap syubhat-syubhat yang tersemat pada sosok Kartini. Berikut saya paparkan secara ringkas beberapa syubhat beserta tabayunnya. SYUBHAT I      Dalam artikel berjudul "Raden Adjeng Kartini: Between Education and Feminism in Letters of a Javanese Princess" karya Sundari   disebutkan bahwa Kartini ternyata sangat mengagumi peradaban Eropa dan menjadikannya peradaban yang tak tertandin...

Tugas Kedua; Pergerakan Nasional

 Sekali Lagi Tentang Sarekat Islam Reformasi SDI menuju SI      Perubahan Sarekat Dagang Islam (SDI) menuju Sarekat Islam (SI) terjadi ketika H.O.S. Tjokroaminoto membuat anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya, lalu meminta pengesahannya pada Notaris B.Turkurle, di Solo yang disahkan pada 14 September (dalam sumber lain 10 September) 1912 (Marasabessy, 2020).  Para Uleebalang dan Prijaji  Pemberontak      Pengurus-pengurus Sarekat Islam memiliki banyak pengurus, dan cakupannya sendiri sudah mewakili 2/3 wilayah negara Indonesia pada saat ini, yaitu dari Aceh hingga Maluku, sesuatu yang amat besar untuk sebuah organisasi pergerakan. Anthony Reid mengatakan " Tidak semua Uleebalang (kepala pemerintah dalam kesultanan Aceh yang memimpin sebuah daerah atau sagoĆ«) dikendalikan oleh Belanda begitu saja. Ada yang memberontak, diantaranya Uleebalang yang menjadi anggota Sarekat Islam, mereka adalah; Teuku Rhi Boedjang, Teuku Chik Mohamad (Mat) S...

Tugas Pertama; SDI atau Boedi Oetomo

 Nasional dalam pelupuk Jawa          Sudah menjadi kemestian bagi kita -oleh negara- untuk memperingati hari kebangkitan nasional pada setiap tanggal 20 Mei yang ditandai sejak  Keputusan  Presiden Nomor 1 Tahun 1985 Tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Banyak alasan yang melatarbelakangi pemilihan hari lahirnya Boedi Oetomo ini sebagai hari kebangkitan nasional, disebutkan salahsatunya; negara ingin menjadikan kaum terpelajar sebagai " role model " para inisiator kebangkitan nasional. Disamping itu ada pula kepentingan politis yang mendasari pemilihan Boedi Oetomo sebagai pionir kebangkitan nasional. Yang jadi pertanyaan adalah apakah Boedi Oetomo laik menyandang gelar pionir kebangkitan nasional? apa standar yang menentukan suatu pergerakan dapat disebut pergerakan nasional? dan bagaimana bisa Sarekat Dagang Islam diajukkan oleh beberapa sejarawan sebagai pionir kebangkitan nasional?     ...