Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Tugas Kedua; Pergerakan Nasional

 Sekali Lagi Tentang Sarekat Islam Reformasi SDI menuju SI      Perubahan Sarekat Dagang Islam (SDI) menuju Sarekat Islam (SI) terjadi ketika H.O.S. Tjokroaminoto membuat anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya, lalu meminta pengesahannya pada Notaris B.Turkurle, di Solo yang disahkan pada 14 September (dalam sumber lain 10 September) 1912 (Marasabessy, 2020).  Para Uleebalang dan Prijaji  Pemberontak      Pengurus-pengurus Sarekat Islam memiliki banyak pengurus, dan cakupannya sendiri sudah mewakili 2/3 wilayah negara Indonesia pada saat ini, yaitu dari Aceh hingga Maluku, sesuatu yang amat besar untuk sebuah organisasi pergerakan. Anthony Reid mengatakan " Tidak semua Uleebalang (kepala pemerintah dalam kesultanan Aceh yang memimpin sebuah daerah atau sagoĆ«) dikendalikan oleh Belanda begitu saja. Ada yang memberontak, diantaranya Uleebalang yang menjadi anggota Sarekat Islam, mereka adalah; Teuku Rhi Boedjang, Teuku Chik Mohamad (Mat) S...

Tugas Pertama; SDI atau Boedi Oetomo

 Nasional dalam pelupuk Jawa          Sudah menjadi kemestian bagi kita -oleh negara- untuk memperingati hari kebangkitan nasional pada setiap tanggal 20 Mei yang ditandai sejak  Keputusan  Presiden Nomor 1 Tahun 1985 Tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Banyak alasan yang melatarbelakangi pemilihan hari lahirnya Boedi Oetomo ini sebagai hari kebangkitan nasional, disebutkan salahsatunya; negara ingin menjadikan kaum terpelajar sebagai " role model " para inisiator kebangkitan nasional. Disamping itu ada pula kepentingan politis yang mendasari pemilihan Boedi Oetomo sebagai pionir kebangkitan nasional. Yang jadi pertanyaan adalah apakah Boedi Oetomo laik menyandang gelar pionir kebangkitan nasional? apa standar yang menentukan suatu pergerakan dapat disebut pergerakan nasional? dan bagaimana bisa Sarekat Dagang Islam diajukkan oleh beberapa sejarawan sebagai pionir kebangkitan nasional?     ...